Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2007

Masih tentang Alam

Sebuah lagu lagi, tentang indahnya alam ...

Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau membentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang
Berpayung awan
Oh, indah pemandangan

Coba simak baik-baik ... dahsyat kan? Seandainya masih ada kesempatan belajar lagu semacam ini, anak-anak pasti lebih dekat dengan alam. Jadi, mereka takkan tega merusaknya.

Mengagumi Alam

Sebelum lupa lagi, sebaiknya saya tulis di sini. Di mana lagi bisa menyimpan file dengan aman, kalau tidak di sini. Sekalian dibagikan kepada teman, jika mereka membutuhkan. Frustrasi karena komputer di kantor rusak terus, padahal file-file penting disimpan di sana. Oke deh, ini lagunya.

Alam terhampar di bumiku ini
Alangkah indah berseri
Lembah yang hijau, sawah yang membentang
Semua berpadu serasi
Tuhan, Tuhan Pemurah
Sadar daku padaMu
Betapa agung limpah anugrahMu
Bagi bumiku tercinta.

Jika ada yang ingat dengan lagu ini, tolong dong kasih tahu apa judulnya.

Selasa, 13 November 2007

Waktu Menyingsing Fajar

Mudah-mudahan kalian belum bosan membaca tulisan saya tentang lagu-lagu anak-anak yang pernah saya pelajari dan sekarang tak lagi bisa saya dengarkan. Saya sungguh prihatin dengan nasib lagu-lagu yang sangat dalam maknanya tetapi kehilangan tempat lantaran tergeser lagu-lagu yang (menurut saya) tak punya orientasi jelas ...

Waktu menyingsing fajar
Pagi sunyi senyap
Matahari bersinar
Mengganti malam glap
Tampak sekuntum bunga
Di muka rumahku
Kepala mas juwita
Daunnya beledu

Begitulah, anak-anak seyogyanya didekatkan pada alam yang ada di sekelilingnya. Menyadari malam yang telah berganti menjadi pagi, mengagumi sinar mentari yang mulai merekah di pagi hari, memperhatikan bunga-bunga yang mulai bermekaran dengan daun-daun yang menghijau laksana beledu ... Wah ... dahsyat!

Jumat, 09 November 2007

Yang ini tentang Bulan Sabit

Ada lagu lagi nih ...

Bulan sabit di awan
Laksana prahu emas
Berlampu bintang
Berlaut langit
Jauh di angkasa luas
Betapa senang hatiku rasanya
Menjadi nahkoda di sana


Asyik ya ...
Coba bayangkan bentuk bulan sabit itu, lalu rasakan bahwa bulan itu serupa kapal yang membawa kita mengarungi samudera hidup yang mahaluas ini ...

Bintang Kejora

Wah ... aku ingat satu lagu lagi nih ...
Judulnya "Bintang Kejora"

Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap-kelip seumpama intan berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku, Bintang Kejora, yang indah slalu

Begitulah....
Alangkah indahnya jika anak-anak tetap bernyanyi, berpikir, dan berbuat sesuai dengan porsinya sebagai anak. Masih adakah anak yang diberi kesempatan untuk mempelajari lagu-lagu seperti itu? Rasanya sangat sulit ditemukan karena anak-anak itu ternyata lebih tertarik dengan lagu-lagu sebangsa ini nih ... "wow oh oh ... kamu ketahuan, pacaran lagi ...". Wadhuh ... berat ... Nggak heranlah jika dunia anak-anak menjadi makin sempit dan sulit dinikmati oleh anak-anak dengan lebih leluasa ...
Gila ...

Rabu, 11 Juli 2007

Siji Loro Telu

Tiba-tiba saja saya teringat lagu yang pernah diajarkan guru TK saya. Beginilah bunyinya:

Siji, loro, telu
Tangane sedheku
Mirengake Bu Guru
Menawa didangu

Papat nuli lima
Lenggahe sing tata
Aja padha sembrana
Mundhak ora bisa.

Hehehe ... kok hitungannya cuma sampai lima ya?
Ya iya lah .... Pancasila aja juga cuma lima kok.