Rabu, 08 Agustus 2012
Biarlah
Jumat, 06 Juli 2007
Penyintas (Dari berbagai sumber)
Kemarin seorang teman bertanya kepada saya apa arti penyintas dan dari mana asalnya. Terus terang, saya juga baru dengar dari teman saya itu. "Barangkali itu berasal dari kata "sintas"," begitu saya menjawab pertanyaannya. Lalu iseng-iseng saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (yang merah). Ternyata memang ada kata "sintas" di dalamnya, tetapi kata "penyintas" tidak ada. Dalam kamus itu disebutkan bahwa "sintas" termasuk kata sifat, artinya 'terus bertahan hidup' atau 'mampu mempertahankan keberadaannya'. Kalau begitu, " penyintas" mestinya berarti "alat untuk mempertahankan hidup" atau "orang yang suka mempertahankan hidup". Serupa dengan kata "pembersih" dan "pemarah".
Akan tetapi, bisakan "penyintas" dalam "Asa Baru Perempuan Penyintas" (Veronica Kusuma dalam Kompas, 4 Desember 2006) diartikan sebagai 'orang yang selamat dari musibah'? Hehehe ... ternyata Veronica punya pengertian lain, "penyintas" itu 'orang yang ditinggalkan'. Wah, makin bingunglah saya.
Dalam perkembangannya, kata ini lantas diinterpretasikan menurut kebutuhan. Tapi masalahnya adalah dari manakah asal kata "sintas" yang baru muncul di Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga itu?